Rabu, 19 Juni 2019

Nasilami : Bagian Dari #TakSekedarKata

Kita itu Hidup, Akan Mati, dan Akan Kembali Dihidupkan lagi.

Kita Manusia merupakan makhluk yang diciptakan dari tanah dengan sedemikian rupa oleh pencipta, yang meniupkan Ruh kedalam tanah yang dijamah mmebentuk sosok Insan yang merupakan ciptaan terbaik. Oleh karena itu, janganlah merendahkan diri kita menjadi manusia yang tidak bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah. Perjalanan hidup manusia terbilang berat karena dalam setiap waktunya hidup, ada ajaran dari setiap peristiwa yang menimpanya, entah musibah, ataupun keuntungan atas kesempatan. Semua itu adalah bentuk pemberian yang diberikan tanpa mengharapkan kembalian, namun semua itu harus dipergunakan dengan baik dan sebagaimana mestinya, yaitu untuk beribadah kepada Allah Ta'ala, agar menjadi hamba yang pandai dan kuat menajalani hidup ini.

Ujian hidup berlangsung terus menerus, karenanya selagi masih bernafas, selama itu pula kita akan diuji. Kita itu Hidup, Akan Mati, dan Akan Kembali Dihidupkan lagi. Dunia yang sekarang ini memiliki durasi, entah berapa lama yang diberikan oleh pencipta kepada kita semua, namun satu hal yang pasti, durasi yang diberikan oleh Allah kepada kita tentunya akan menemui ajalnya, akan menemui penutupnya. Rasa-rasa didalam jiwa yang merupakan anugrah dari Allah adalah agar kita bisa merasakan bahwa kesempatan yang datang itu sangat perlu disayang dan jangan dibiarkan untuk menghilang begitu saja. Hati, itulah ciptaan Allah yang dititipkan kepada kita, manusia. Manusia pandai menjaga hatinya, maka akan terjaga pula jiwanya. Sedikit dari hati yang rusak karena nafsu semu, akan menjadi sedikit pula berkah di dalam hati, berkah dari apa yang dirasakan oleh diri. Hati, dan diri, pada hakikatnya, ada yang memiliki hati. Dialah sang pemilik hati-hati ini, yang menciptakan manusia dari sanubari tanah, tentu menuntut penawar hati hanyalah kembali kepada-Nya, Allah Sang Pemilik Hati.

Lazimnya seorang hamba, menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan yang lain.

Oleh karena itu, hidup di dunia menjadi sangat indah karena kita menyembah gusti pangeran, yang tidak lain dan tidak bukan adalah pencipta, sekaligus pemilik. Sebagaimana sebuah barang ciptaan atau pula barang langka, tentu semua itu pasti memiliki pemilik, ialah Allah Sang Maha Raja, Penguasa Langit dan  Bumi, Yang Memiliki Surga dan Neraka secara gamblang digambarkan oleh wahyu nan mulia, penunjuk jalan bagi setiap ciptaan, Al Qur'an yang mulia, menjadi penerang setiap kegelapan, atau menjadi kegelapan bagi setiap perkara dunia yang menyilaukan. Memanusiakan mansuia, bagian dari mengilhami manusia sebagai makhluk ciptaan, akan kembali kepada pencipta, dan pastinya, yang menciptakan akan memintai pertanggungjawaban terhadap apa saja yang telah dilakukan oleh jiwa-jiwa yang dibebaskan untuk memilih.

Mengamalkan kebaikan, memanfaatkan waktu luang dengan kebaikan, menyadari setiap kesalahan, dan memulai bertaubat atas setiap laku jahatnya perbuatan, diri yang mampu menahan, tentulah akan mendapatkan kebahagiaan, di dunia sekaligus akhirat yang menjadi harapan, bagi setiap Insan yang beriman. Karena itu, bagian dari #TakSekedarKata, Nasilami kali ini hadir, dalam bentuk hidup untuk beribadah, bukan untuk melalaikan dan menikmati dunia yang melupakan jati diri insan. Nasilami ini hadir, bukan karena keterbatasan ilmu yang menghalangi, tapi karena luasnya samudra Hikmah atas semua peristiwa, yang mampu mendewasakan seorang hamba. Sekian Nasilami Pertengehan Syawal ini, Mampukah manusia itu beriman? mampukan manusia itu memenuhi janji-nya pada Tuhan? agar tidak menjadi sekedar ucapan belaka, karena itu Buktikan bahwa Imanmu Tak Sekedar Kata!

Senin, 25 Februari 2019

Nasilami : Bagian Dari #TakSekedarKata

NASILAMI dan perjalanannya

Halo sobat yang sedang bernafas, selamat datang di Blog Acak-acak-an ini.

 Tentang NASILAMI

Bermula dari keinginan saya untuk mewadahi setiap tulisan yang menjadi pengingat saya secara pribadi. Untuk itu diperlukan sebuah kumpulan narasi yang menjadi pengingat. Bentuk dari pengingat ini adalah kata-kata mutiara yang disadur dari buku dan mungkin juga sebagian dari penjelmaan pemikiran pribadi yang membuahkan kumpulan kata-kata yang  kalimat bermajas. Buah pikir dari renungan atas setiap kejadian yang dilakukan oleh penulis blog, maupun nasihat dari teman-teman yang membersamai semuanya akan disatupadukan menjadi sebuah karya.

Karya disini harapannya menajadi sebuah karya yang merupakan sebuah hasil dari berbagai sentuhan nurani dan pikiran yang mampu mengendalikan emosi jiwa seorang manusia, dimana mampu menjadi penyelamat hati yang  terhibur ataupun mengobati rasa sakit yang menghampiri hati saat tidak tertolong. Melalui Nasilami inilah setidaknya awal mula pencegah seseorang saat hendak mengerjakan maksiat, atau menjadi penghibur bagi yang sedang beristirahat dari perjalanan panjang hidupnya.

Izinkan saya memulai perjalanan Nasilami ini, dengan menyadur kata seorang teman, jangan takut berjalan diatas lumpur yang basah, karena suatu waktu lumpur itu akan menngering dan perjalanannya dapat berlanjut tanpa khawatir. Sebuah kata mampu mengubah dunia, kata itu adalah kata "Siap". Dimana kalau kita mampu melakukannya, ada energi atau dorongan dalam diri untuk mewujudkan apa  yang telah kita yakini terwujudnya. Selamat berjalan!




Nasilami : Bagian Dari #TakSekedarKata

Kita itu Hidup, Akan Mati, dan Akan Kembali Dihidupkan lagi. Kita Manusia merupakan makhluk yang diciptakan dari tanah dengan sedemikian r...